Kendaraan Buraq Milik Nabi Muhammad SAW

foto tentang buraq

Buraq mempunyai dua buah sayap. Dengan Kedua sayap itu ia terbang diantara langit dan bumi. Wajahnya seperti wajah manusia, bahasa yang digunakan buraq unuk berbicara adalah bahasa arab, kedua alisnya lebar, kedua tanduknya besar, kedua telinganya tipis diciptakan Allah dari zabarjad hijau, kedua matanya hitam, ada yang mengatakan bagaikan bintang yang bersinar terang.

Ubun-ubunnya dari yaqut merah, dan ekornya seperti ekor sapi yang dilapisi dengan emas merah. Ada yang mengatakan, bahwa keeolakannya bagaikan burung merak, diatas khimar dan dibawah keledai. Dinamakan buraq karena kecepatan terbangnya bagaikan kilat. Coba anda bayangkan betapa indahnya buraq.

Kisah buraq

Ketika buraq mendekati Nabi saw, agar beliau menaikinya, dia sekan merasa bimbang maka ia berkata: “wahai Jibril, demi keluhuran tuhanku, tidak akan ada yang mengendarai aku kecuali Nabi dari golongan Hasyim Al-Abthahiy bangsa Quraisy, yaitu Muhammad Bin Abdullah yang memiliki Al-Qur’an” . Begitulah kata buraq pada malaikat Jibril.

Muhammad saw berkata: “ Saya Muhammad Bin Abdullah” . Maka naiklah beliau saw, pergi menuju surga. Setelah sampai disurga Nabi saw menyungkurkan wajahnya bersujud kepada Allah. Lalu terdengar suara seruan Rabbani: “Angkatlah kepala andai wahai Muhammad, hari ini bukan saatnya ruku’ dan sujud, tetapi hari ini adalah hari perhitungan (yaumul hisab) dan pembalasan. Angkatlah kepala anda dan mintalah, tentu Anda diberi” .

Nabi Muhammad saw berkata: “wahai tuhanku, apa yang engkau janjikan padaku mengenai umatku?” Allah berfirman: “aku akan memberi apa yang membuat anda ridha.

Kemudian Allah memerintahkan langit agar menurunkan hujan, maka langit menurunkan hujan seperti seperma orang laki-laki ( waktu hujan tersebut), selama 40 hari, sehingga genangan air hujan itu menenggelamkan segala sesuatu, mencapai 12 dzira’. Dengan sebab air itu lalu tumbuhlah makhluk, laksana tumbuhnya tetumbuhan, sehingga jasad mereka menjadi sempurna seperti ketika didunia.

Kemudian Allah swt mengganti bumi yang pernah digunakan untuk berbuat maksiat oleh orang-orang durhaka, dituangkan padanya air panas dari neraka Jahannam, lalu didatangkan bumi dari perak putih dan dituangkan padanya air dari surga. Ketika membaca artikel ini, jangan gunakan Logika anda, tapi gunakanlah hati dan iman anda supaya tidak timbul rasa kebimbangan.

Sumber: Kitab Daqoiqul Akhbar

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>