Cara Santriwati Menahan Emosi Suaminya

tips cara menahan emosi suami

Ajaran Islam menganjurkan kepada para suami agar mengobati hati istrinya apabila ia terluka, sebagaimana ia menganjurkan kepada para isteri agar berusaha memadamkan atau menahan emosi sang suami. Itu semua berfungsi antara lain untuk mendekatkan kedua belah pihak, meningkatkan kehangatan kasih sayang, dan menyempurnakan kadar keharmonisannya.

Jauhilah Pemicu Emosi Suami

gambar cara menahan emosi

Seorang istri harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi sesuatu yang di benci oleh suaminya, seberapa pun kadarnya. Kadang-kadang ada saja kejadian di mana salah satu anggota keluarga pihak suami suka mengungkit-ungkit persoalan, sehingga masalh yang kecil dibesar-besarkan. Atau dia menunjukkan sikap negative yang begitu serius hanya lantaran persoalan sepele.

Dalam permasalah seperti ini seorang istri harus berusaha menutup lubang kelemahan yang menganga jangan sampai justru melubanginya lebih lebar lagi. Artinya sikap negative yang ditunkjukkan itu hadapilah dengan bijak dan sabar tidak malah di balas dengan sikap negative serupa atau bahkan balasannya lebih kejam dari padanya.

Ketahuilah, bahwa sikap lemah lembut dan penuh kesabaran serta pengertian itu dapat mengandung kekuatan sihir yang segera meredakan goncangan rumah tangga bila hal itu terjadi. Kemarahan/emosi tidak akan menyelesaikan sebuah permasalahan, justru kemarahan adalah  percikan api yang bisa membakar atap indahnya sebuah rumah tangga.

Bagaimana Menciptakan keridhaan Suami

bahagianya suami istri

Apabila ternyata kesalahan dari pihakmu, wahai wanita muslimah, hendaklah engkau segera meminta maaf kepada suamimu dengan etika yang menunjukkan penyesalan. Berikan dia senyuman, cium tangan suamimu, bila perlu ciumlah pipinya. Suamimu akan luluh kepadamu jika kamu menyikapi dia dengan kasih sayang, sama halnya dengan wanita.

Kamu harus selalu ingat bahwa keridhaan suami mengantarmu kesurga, bukan lagi keridhaan ibumu. Jika kamu melakukan suatu hal yang membuat suamimu tidak ridha dan sakit hati, sebelum kamu mendapatkan maaf dan ridha dari suamimu maka kamu tidak akan mencium bau wanginya surga. Ingatlah ketika kamu siap menikah maku juga siap membuang rasa egosimu.

Suami menginginkan dari seorang istri serangkaian ungkapan kata yang sejuk, yang bisa memadamkan panasnya api kemarahan yang bisa membakar dada suami. Mengiringi ungkapan itu lakukanlah sentuhan-sentuhan lembut, baik dengan fisik maupun perasaan. Sentuhan tangan yang lembut atau ciuman yang hangat bisa meredamkan api kemarahan yang berkobar-kobar.

foto santriwati suami istri

Apabila munculnya emosi suami ternyata disebabkan oleh salahnya sendiri, maka bersabarlah dan tahan lidahmu untuk tidak berbicara lebih dahulu. Korbankanlah sedikit hatimu mendapat perlakuan baik hingga redalah luapan emosi dan datanglah saat yang tenang. Dalam suasana tenang inilah usaha saling memahami perasaan dapat dengan mudah diciptakan.

Namun apabila meluapnya emosi suami disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak diketahui, upayakan agar dirimu bisa memahami dan memaafkan, karena hal itu merupakan bagian dari akhlaqul karimah. Barangkali saja karena dia amat letih, atau karena dia tertimpa musibah dan harus menanggung beban tanggung jawab yang dia sendiri tidak mampu memikulnya.

Apabila suamimu baru tiba di rumah, kemudian meledak kemarahannya, maka sikapilah dengan bersabar dan tenang. Hilangkan sama sekali pengaruh negative di wajahmu ketika itu, dengan komentar dan banyak Tanya. Cukuplah engkau sejukkan suamimu dengan pandanganmu yang teduh penuh kasih sayang, dan jika kamu harus berkata padanya maka berkatalah dengan kata yang menenteramkan hati.

emosi suami istri

Apabila kamu telah memahami faktor penyebab kemarahan suamimu, maka kamu akan bisa menentukan apa yang mesti diperbuat untuk meringankan beban deritanya. Dengan begitu wahai wanita muslimah, engkau telah dapat menciptakan kebahagiaan bagi suamimu serta insya’allah mendapatkan ridha dan ampunan Allah Swt.

Jika engkau sorang Santriwati maka sampaikanlah dawuh-dawuh kiyaimu tentang cara membina rumah tangga, sampaikan pada suamimu dengan kata-kata yang lembut. Jangan sampai membuat suamimu tersinggung dengan nasihat yang kamu sampaikan. Cerminkan padanya sebagaimana akhlaq seorang santriwati yang telah diajarkan gurumu waktu di pondok.

Pada umumnya Santriwati waktu di Pondok Pesantren juga diajari kitab yang menerangkan tentang membina rumah tangga yang baik, seperti kitab Qurratul ‘uyun, Fathul Izar dan lain sebagainya.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>