Fakta Amalan Sholawat Fulus Dibalik Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi

foto sholawat fulus dimas kanjeng

Sholawat fulus adalah sebuah nama sholawat yang lafadznya ditambahi do’a-do’a permohonan agar dikabulkannya permintaan agar diberi rizqi yang banyak, jangan terkecoh dengan namanya saja tapi pahamilah arti lafadz-lafadz sholawat fulus tersebut, menurut yang saya ketahui tidak ada lafadz yang menyesatkan dalam sholawat fulus.

Pada saat ini sholawat fulus menjadi banyak perbincangan dikalangan masyarakat karena adanya kasus yang menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang mengaku mengamalkan sholawat fulus untuk menggandakan uang, entah benar atau tidak pernyataan dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi, saya sendiri kurang yaqin dengan beliau, bukan tak yaqin dengan mustajabnya sholawat fulus, akan tetapi pada diri Dimas Kanjeng Taat Pribadi .meme-dimas-kanjeng-taat-pribadi

Sebetulnya sholawat sudah dari zaman dahulu merupakan amalan yang terkenal dapat menjadi perantara pembuka rizqi, membaca sholawat sangatlah banyak faedahnya: menerangi hati dari kegelapan dan dalam mengamalkan sholawat tidak butuh guru spiritual, bisa mengantarkan pengamalnya untuk wushul kepada Allah, melimpahkan rizqi, jasad orang yang memperbanyak membaca sholawat diharamkan dari api neraka oleh Allah.

Allah SWT pun memerintahkan hambanya untuk membaca sholawat pada Nabi Muhammad SAW dalam Surah Al-Ahzâb ayat 56.

foto dalil sholawat fulus

Lalu apalagi yang diragukan akan keutamaan sholawat, hanya saja nama sholawat fulus saat terdengar ditelinga orang awam terasa asing dan kontroversi, padahal tak sedemikian, sholawat fulus ya tetap masuk kategori sholawat.

Sholawat fulus banyak versinya, lafadz-lafadznya pun berbeda-beda tergantung yang mengijazahkan siapa, sehingga perlu hati-hati ketika mau mengamalkan sholawat fulus dan perlu penelitian, bagi yang mahir bahasa arab, bisa anda teliti sendiri, anda fahami arti-artinya, jika ada yang dirasa menyimpang dari syari’at maka jangan diamalkan.

Saya sendiri juga pernah mendapatkan ijazah amalan sholawat fulus, amalan sholawat fulus saya dapatkan ketika saya masih mondok di sebuah pesantren yang sangat terkenal dikediri, saya dapatkan ijazah sholawat fulus dari ustadz saya yang terkenal ilmu Thibnya, tapi belum pernah saya mengamalkannya, karena bagi saya cukup sholawat yang biasa saja.

Untuk versi sholawat fulus yang diamalkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi saya tidak tahu persis lafadz sholawatnya seperti apa, alasan saya membuat artikel ini karena saya hanya ingin menangkis pemahaman bahwa sholawat fulus sesat, itu sama saja menganggap semua amalan sholawat fulus sesat, padahal tidak demikian, tidak semuanya, hanya saja mungkin ada sebagian amalan sholawat fulus yang lafadnya menyimpang.

Berikut foto lafadz amalan sholawat fulus yang saya dapatkan ijazahnya dari guru saya dipesantren, yang tak diragukan lagi sanadnya :

gambar lafadz sholawat fulus

Bisa anda cek sendiri mana lafadnya yang menyimpang,pasti tidak ada ya itulah fakta sholawat fulus yang saya miliki.

Ditangkapnya Dimas kanjeng taat pribadi menjadi pelajaran tersendiri bagi para penekun bidang ilmu hikmah/ spiritual agar lebih hati-hati dalam memilih guru, ketahuilah pribadi dan sifat-sifat guru anda sebelum anda berguru, lihatlah kesehariannya, cari informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat  tentang calon guru anda, datangilah wilayah dan tempat tinggalnya, lihat kegiatan-kegiatannya apa saja.

Hanya itulah yang dapat saya sampaikan mengenai sholawat fulus, sholawat fulus sekarang menjadi sangat terkenal, terkenal bukan karena banyaknya yang mengamalkan, akan tetapi gara-gara kontroversinya dimas kanjeng taat pribadi yang dinyatakan mampu menggandakan uang.

Disini bukannya saya membela dimas kanjeng taat pribadi, tapi saya membela kebenaran bahwa sholawat fulus memang ada, yang namanya sholawat dari dulu itu sudah terkenal mujarab sebagai pembuka rizqi, baik itu sholawat biasa yang lafadnya sederhana seperti shollallahu ‘ala muhammad atau yang seperti sholawat fulus.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>