Begini Cara Santri Menyikapi Demo 2 Desember 2016

santri tidak demo 2 desember

Demo 2 Desember 2016 kelihatannya bukanlah isu lagi, sepertinya Demo 2 Desember 2016 akan benar-benar dilakukan oleh FPI dan para pengikutnya. Menanggapi isu ini saya awalnya tidak begitu memperhatikan, akan tetapi berita-berita terkait demo 2 Desember 2016 ini semakin merajalela dan Pihak pemerintah sepertinya juga menanggapi isu ini dengan serius.

foto aksi bela islam jilid 3

Polda Metro jaya dan Kodam Jaya pun sudah tahu bahwa akan diadakan lagi demo besar-besaran pada 2 Desember 2016. Polda Metro Jaya sekarang sedang mendata berapa jumlah orang yang akan ikut demo 2 desember nanti. Kapolda menghimbau bagi seluruh umat islam yang akan ikut demo nanti agar mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan, jika tetap saja melanggar maka akan dikenakan sanksi.

Apabila demo yang berjalan tidak sesuai aturan maka akan di beri tindakan tegas dari kepolisian. Jangan salahkan Polisi jika demo dibubarkan secara paksa. Boleh saja kita menyampaikan pendapat lewat demo, tapi kita juga harus mematuhi peraturan dan undang-undang tentang demo. Negara ini Negara hukum dan hukum di Indonesia sudah diatur dalam undang-undang Republik Indonesia.

Menurut saya Kepolisian telah menangani kasus penistaan agama oleh ahok dengan serius dan sesuai aturan yang ada, tanpa memihak ke sebelah. Kepolisian pun telah mendatangkan saksi-saksi ahli dalam persidangan kasus ahok. Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani proses hukum selanjutnya apakan ditetapkan sebagai terdakwa atau tidak.

sidang penistaan agama

Kita sebagai masyarakat yang awam mengenai hukum Negara  dan seluk beluknya seharusnya kita percayakan saja penanganan kasus ini pada penegak hukum. Kita yakini saja mereka telah bekerja secara professional, jangan menuduh penegak hukum curang dalam menangani kasus ini dan jangan menebar isu-isu miring tentang pemerintah.

jokowi dan demo 2 desember

Kita telah melihat bagaimana bapak Presiden Jokowi begitu serius menanggapi konflik ini, terlihat beliau bolak balik safari bersilaturrahim keberbagai ormas dan lembaga keamanan Negara, itu semua beliau lakukan demi meredam panasnya konflik di Jakarta. Mungkin jika ahok tidak jadi gubernur dalam kasus ini, maka tidak akan sekacau ini konflik yang terjadi.

Sebenarnya kasus penistaan agama tidak hanya di lakukan ahok saja di negeri ini, tapi yang benar-benar membuat geger public hanyalah kasus penistaan agama yang dilakukan ahok. Saya tidak membela ahok, tapi saya hanya ikut prihatin dengan keadaan dan keutuhan NKRI. Jangan sampai gara-gara ahok Negara Indonesia terpecah belah.

Kita lihat saja sekarang lembaga  MUI, anggotanya juga terpecah belah. Padahal Ketua umum MUI mengatakan demo 2 Desember 2016 lebih banyak madharatnya, tapi anggota MUI sendiri seperti Bachtiar Nasir dan Tengku Zulkarnaik menginginkan demo ini. Seharusnya Bachtiar Nasir itu mengikuti apa yang dikatan K.H. Ma’ruf Amin sebagai ketua MUI.

Coba kita fikirkan sebagian kecil madharatnya,  betapa banyak masyarakat yang terganggu aktifitasnya karena demo 2 Desember ini, padahal ada aktifitas yang hukumnya wajib seperti mencari nafkah dan dikarenakan jalan ditutup mereka tidak bisa melakukan aktivitasnya. Padahal mereka butuh makan untuk menghidupi keluarganya. Yang kita pikirkan masyarakat miskin saja dulu, jangan yang berkecukupan.

Sebagian kecil Madharat itu tadi belum lagi ditambah dengan kekhawatirkan akan terjadi penunggangan yang dilakukan aktor politik dan siapa saja yang ingin memanfaatkan situasi ini. Pengalaman aksi kemarin tentunya sudah bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita, iya yang memang berniat tulus membela agama itu baik, tapi bagai mana dengan yang niatnya ingin merusak keutuhan NKRI? .

Sikap Santri Terhadap Aksi Demo 2 Desember

santri terkait demo 2 desember2016

Seharusnya sikap seorang santri dalam menanggapi kasus ini dengan berkepala dingin, sebagai santri kita dipesantren telah diajarkan cara menyelesaikan masalah yang terbaik adalah dengan bermusyawarah, dan menerima apapun hasil keputusan musyawarah dengan tanpa mementingkan ego. Sebagai santri kita seharusnya mencontoh kyai-kyai sepuh sepert  KH Maimoen Zubair dan Habib Luthfi.

ulama menyikapi demo

Apakah KH Maimoen Zubair dan Habib Luthfi Bin Yahya ikut demo? Sangat jelas beliau tidak turun jalan ikut demo. Padahal tingkat keilmuan beliau sudah tinggi, saya rasa belum ada di Indonesia ini yang tingkat ilmu agamanya melebihi KH Maimoen Zubair, beliau juga terkenal ahli tafsir, ketenaran KH Maimoen Zubair bukan hanya di Indonesia, tapi beliau juga sudah terkenal di Negara-negara islam dunia.

mui dan demo 2 desember 2016

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin sudah menyatakan secara resmi mengenai kasusu ahok ini, “ MUI mendukung langkah Polri dalam memproses masalah ini. Tidak ada kaitannya beliau (Ahok) orang China atau Nasrani, memang itu masalah hukum semata,” begitulah kata beliau KH Ma’ruf Amin sesudah berdialog dengan Kapolri Jendral Tito Karnavian di dalam kantor pusat MUI.

Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj juga menghimbau kepada seluruh warga Nahdliyyin agar tidak melakukan aksi demo mengenai masalah ahok. KH Haedar Nasir sebagai ketua umum PP Muhammadiyyah juga menyatakan kepada seluruh masyarakat agar berlapang dada dalam menerima keputusan hukum.

nasionalisme dan aksi bela islam

Kita ikuti saja ulama yang memiliki rasa Nasionalismenya tinggi. Kita sebagai santri harus berhati-hati dalam bersikap. Bagi yang mau ikut demo 2 desember ya silahkan saja, tapi jangan bersu’udzon dan menghina ulama yang tidak ikut demo, dan bagi yang tidak ikut sebaiknya kita juga harus menjaga lisan kita. Jangan saling menghina, bukankan kita sudah tau hukum bersu’udzon kepada ulama itu bagaimana.

kapolri melarang demo 2 desember

Dalam pernyataan Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan bahwa dalam aksi demo 2 Desember 2016 ini ada agenda makar. Jendral Tito Karnavian melarang adanya demo 2 Desember supaya ketertiban umum tidak terganggu dengan aksi tersebut. Pernyataan ini disampaikan Kapolri di Gedung Utama Mabes Polri dan Jendral Gatot Nurmantyo juga turut hadir dalam kesepakatan tersebut.

Pernyataan Juru Bicara FPI

fpi demo 2 desember 2016

Menurut Munarman selaku Jubir FPI mengatakan bahwasannya pada hari Jum’at, 2 Desember 2016 akan menggelar aksi serupa dengan 4 November kemarin, aksi ini bertujuan untuk mendesak penegak hukum menegakkan keadilan. Namun Aksi Bela Islam kali ini tidak lagi berpusat di Masjid Istiqlal, menurut Munarman massa yang ditargetkan mencapai 3 juta umat muslim.

pusat demo 2 desember 2016

Pusat Demo 2 Desember 2016 ini bertempat di Bundaran Hotel Indonesia. Aksi ini tidak di gelar di Masjid Istiqlal di karenakan terbatasnya kapasitas tempat untuk massa  Demo 2 Desember. Dalam aksi kali ini massa yang ikut akan melaksanakan Sholat Jum’at bersama-samad di Bundaran HI. Acara selanjutnya setelah Sholat Jum’at adalam dzikir bersama dengan bertemakan Persatuan serta Doa untuk Negara Indonesia.

bachtiar nasir dan fatwa mui

Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 kemarin saja sudah menggegerkan publik, apalagi Aksi Bela Islam Jilid 3 pada 2 Desember 2016 ini yang massanya ditargetkan mencapai 3 juta orang. Situasi seperti ini bagaikan cokelat manis bagi para aktor politik dan golongan yang anti pancasila, akan banyak kesempatan yang didapatkan dalam situasi tersebut.

Sikap PBNU terkait Demo 2 Desember

pbnu tidak dukung demo 2 desember

Kelompok Wahabiy pun dimungkinkan sangat senang dengan adanya rencana Demo 2 Desember, mengapa demikian? Karena selama ini kelompok wahabiy tertekan dengan PBNU, dan sekarang PBNU seperti terpojokkan dikarenakan tidak mengikuti demo, banyak fitnah yang di tujukan pada PBNU, mulai dituduh liberal lah, sampai dituduh Syi’ah.

PBNU tidakmengikuti Aksi Bela Islam bukan dikarenakan mendukung ahok, akan tetapi mengambil langkah hati-hati. PBNU tidak mau keutuhan NKRI tergoyahkan, PBNU sangat menjaga kedamaian bangsa. Jangan sampai Negara kita di rusak orang yang berambisi menjadikan Negara ini menjadi Negara Islam. Demi kemaslahatan umum lebih baik kita percaya saja dengan aparat penegak hukum

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>