Cerpen Wisata Goa Lebar Sampang Madura

wisata goa lebar sampang

Goa Lebar Sampang Madura. Sebetulnya saya sudah dua kali jalan-jalan kekota sampang. Pada tahun 2014 saya melaksanakan niat saya untuk berkunjung lagi di kota Sampang Madura, rute perjalanan saya mulai dari kota jombang dengan menaiki kendaraan bus menuju terminal bungurasih Surabaya. Setelah sampai diterminal bus bungurasih Surabaya, saya mencari bus jurusan Sampang Madura.

Perjalanan ke Goa lebar Sampang Madura tidak berjalan mulus, ketika sampai dipelabuhan Surabaya menuju pulau Madura bus yang saya tumpangi mengalami antri yang cukup lama untuk bisa naik kekapal penyebrangan. Waktu itu kebetulan cuaca lagi panas banget, dan saya lagi melaksanakan puasa sunah, akhirnya saya pun membatalkan puasa saya, karena tidak kuat menahan rasa haus dan kelelahan.

Setelah antri yang cukup lama banget akhirnya datang juga kapal yang ditunggu-tunggu, penyebrangan dari pelabuhan Surabaya ke pelabuhan pulau Madura memakan waktu sekitar kurang lebih 30 menit. Waktu saya didalam bus saya hanya diam dikarenakan saya taka da yang faham bahasa Madura, sedangkan penumpang yang ada dalam bus tersebut orang Madura semua.

Akhirnya saya sampai juga di terminal sampang Madura, saya langsung tersenyum bahagia setelah sekian jam didalam bus dari Surabaya ke kota sampang menahan panasnya cuaca saat itu dan ditambah lagi keadaan bus sudah tak layak, acenya pun taka da. Setelah saya turun diterminal sampang, saya dibuat sebal lagi karena teman yang mau menjemput saya belum datang.

foto taman sampang madura

Sebelum wisata ke goa lebar sampang saya juga pernah diajak teman ngabuburit dan berbuka puasa ramadhan di taman kota samapang, Pada waktu itu saya pulangnya kemalaman, hingga sampai disurabaya sudah sekitar jam 11 malam, nasib buruk pun menimpa saya, uang 100.000 yang saya letakkan dikantong baju saya lenyap karena saya ketiduran di dalam bus.

Alhamdulillah teman saya tunggu datang juga, kami pun saling menyambut dengan senyuman. Setelah itu saya meminta diantar teman saya kemasjid untuk melaksanakan sholat dzuhur, dari terminal ke Masjid Agung kota Sampang saya dan teman menaiki BENTOR (becak montor).

Ketika diatas bentor saya ditanya sama bapak supir bentor menggunakan bahasa Madura, saya pun sontak merasa bingung, saya tidak faham sama sekali dengan bahasanya. Saya pun menjelaskan kalau saya bukan orang asli Madura, saya dari kota madiun pak! Saya kesini cuma pengen jalan-jalan sama teman saya.

Setelah selesai sholat dzuhur saya dan teman melanjutkan perjalanan ke goa lebar sampang dengan menaiki becak, waduh romantic ya naik becak berdua sambil lirik-lirikan, ternyata ketika hampir disana jalannya seperti dibukit menanjak keatas dan tukang becak pun tak sanggup. Akhirnya saya pun berjalan dengan teman saya, tapi dia merasa letih dan capek. Akhirnya saya gandeng tangannya.

Ketika sampai didepan pintu tempat wisata goa lebar sampan saya mampir dulu sejenak ditoko untuk membeli rokok, minuman dan cemilan. Kami bedua istirahat sejenak ditoko itu untuk melepas lelah. Ketika sudah merasa lega akhirnya kami berdua berjalan menuju ke Goa lebar, ternyata didekat goa itu ada kolam renang GOA LEBAR yang menarik untuk dikunjungi juga.

foto kolam renang sampang

Akhirnya kami berdua berhenti lagi di dekat kolam renang sambil melihat anak-anak yang bermain air. Tidak disangka teman saya ternyata membawa bekal dari rumah, dan disuruh untuk memakannya katanya sih masakan dia, tapi saya tidak yakin kalau dia bisa memasak. Karena setahu saya dia dirumah sudah punya khodam yang selalu siap memasakkan keluarganya.

foto wisata goa lebar sampang

Tidak disangka masakan orang sampang enak juga hehe. Setelah makan, kami berdua langsung menuju ke goa lebar dan akses menuju kedalam goa lumayan menantang. Teman saya ketakutan ketika berjalan didalam goad an saya berusa menuntun dia jalan, bagaikan pengantin baru saja haha. Dia terlihat capek sekali, saya tidak tega melihatnya.

pintu goa lebar sampang

Percuma pergi kegoa lebar kalau tidak sampai didalam goa, dan dia saya semangati agar mau melanjutkan perjalan kegoa lebar paling dalam, akhirnya setelah jerih payah kami berdua sampai didalam. Ketika itu saya pun tak meninggalkan kesempatan ini untuk selfi didalam goa. Kami juga selfi berdua didepan bebatuan indah dalam goa lebar.

Kami berdua meletakkan kain untuk tempat duduk istirahat melepas rasa letih. Alhamdulillah bekal yang dia bawa masih ada, saya disuruh makan lagi dengan dia, dia pun tak sungkan menyuapi saya dengan gaya malau-malu kucing. Selepas makan tidak disangka-sangka datang segerombol pemuda menemui kami berdua dan ternyata pemuda itu sekelompok preman yang ingin membegal kami berdua.

Kami berdua ditarik didalam ruangan kecil dalam goa, kami berdua diancam. Anehnya lagi yang disekap itu teman saya, Sontak teman saya menangis ketakutan. Saya pun marah dan membentak pemuda itu (didalam hati saya berkata: saya rela berkorban apa pun demi kamu), tapi temanku melarang untuk melawannya dan menanyakan apa maunya. Pemuda itu meminta saya mengeluarkan uang 300.000, mau tidak mau saya keluarkan uang saya demi keselamatan dia.

Setelah saya kasih uang, preman-preman itu pergi begitu saja dan teman saya masih saja menangis ketakutan. Saya berusaha menenangkannya dan mengajak dia untuk keluar dari goa lebar. Nasib kami berdua malang sekali dihari itu, berangkat dengan tujuan ingin refreshing sampai disana ternyata dibegal preman.

Setelah sampai diluar goa lebar kami berdua beristirahat di tempat duduk yang terbuat dari kayu, saya terus berusaha membuat dia merasa tenang, usaha saya tak sia-sia akhirnya dia mengeluarkan senyum manisnya, syukurlah dia sudah merasa tenang . saya pegang tangannya saya bilang kedia “ kamu jangan takut lagi! Ada aku yang selalu setia sama kamu” dia kembali senyum. Bahagianya saya.

Setelah saya yaqin dia tidak trauma, saya pun pamit untuk pulang, karena waktu yang sudah hampir sore, saya takut kehabisan bus tujuan Surabaya. Sebenarya dia melarang saya untuk langsung pulang, dia mengajak saya untuk menginap diminimarket milik ibunya, katanya disana ada pegawainya dan istrinya juga.

Saya pun menolaknya karena saya tidak ingin merepotkan orang lain. Akhirnya saya pun melanjutkan niat saya untuk langsung pulang saja. Di dalam bus, dalam hati saya merasa terharu, benar-benar menjadi pengalaman dan kisah yang tidak akan terlupakan. Saya pun sampai sekarang ingat sekali waktu itu saya memakai baju hem lengan panjang warna merah dan dia memakai kaos panjang warna hijau.

Itulah cerpen traveling goa lebar sampang Madura.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>